Part 1
Senja Di Desaku
Matahari di ufuk barat
mulai turun perlahan, cahayanya memperlihatkan bias yang indah bak permadani
yang menyelimuti bumi. Kepak kelelawar sesekali terdengar menambah syahdu
suasana di desa itu.
“Ayo,,ayo mandi dulu
anak-anak! Maennya besuk lagi, udah sore!”
“ihh eyang, bentar lagi
nanggung ni maen kelerengnya.” Sahut
salah seorang anak perempuan di halaman luas itu. Yang dipanggil eyang hanya
bisa menggeleng-gelengkan kepala sambil tersenyum.
Eyang
Darsono, begitu ia biasa dipangil. Tinggal bersama seorang cucu yang tumbuh
cerdas namun tomboy. Meskipun tomboy ia tumbuh menjadi anak yang cantik dan
periang. Hal ini membuat eyang Darsono bahagia di hari tuanya. Putri nama anak
tersebut, ia tinggal bersama nenek Darsono setelah kecelakaan maut yang menimpa
orang tuanya. Nenek Darsono itu pun berbekal dari pensiunan suaminya dan
penyewaan sawah peninggalan suaminya ia dapat menghidupi cucunya itu.
Ia sudah bukan
anak kecil lagi
“ eyang, Putri berangkat
dulu yak!” pamit Putri sambil menyambar segelas susu di meja makan,meminumnya
dan bergegas berlari ke halaman rumah limasan itu.
“eh,eh,,itu bajunya
belum bener nduk” tergopoh-gopoh nenek Darsono mengejar cucunya itu. Putri
berhenti dan menyeringai tersenyum melihat neneknya.
“ini bajumu belum
dimasukkan sayang.” Eyang Darsono membenahi baju cucunya itu yang sengaja
memang dikeluarkan. Beberapa temannya tertawa
melihat adegan tersebut. Well, Putri
sudah tumbuh menjadi remaja SMP yang cerdas dan cantik namun badungnya pun
tidak ketinggalan. Setiap pagi beberapa temannya yang kebanyakan laki-laki itu
selalu setia menunngu dibawah pohon jambu seberang rumahnya. Menjadi ojek dan
mengharapkan beberapa contekan PR atau ulangan di kelas nanti. Khas gaya anak pedesaan
yang telah terkontaminasi pergaulan kota.
“GGrRR...gRrrr,,”suara
motor itu menderu menggagetkan sang nenek yang memandang heran. Maklum, selama
ini nenek tak pernah mengantarkannya sampai seberang jalan seperti ini. Putri
mencium lembut tangan neneknya dan bergegas naik ke motor besar yang menderu
itu. Tersenyum dan blaasss,,” Sampai jumpa nek,dada...”pamit Putri sambil
tersenyum manis.
Sang
nenek yang belum sadar dengan apa yang dilihatnya itu tersentak. “Ya Gusti,paringana keslametan marang putu kula.”sambil
mengelus dada. Kemudian perempuan setengah baya itu masuk kedalam ruang limasan
itu sambil memandangi foto sepasang suami istri.Nduk, anakmu udah besar sekarang.kalau kamu masih hidup pasti senang
melihat gadis cantikmu itu tumbuh cerdas dan cantik, persis kamu dulu.