Rabu, 07 November 2012

Memburu Angan



Part 1
Senja Di Desaku
Matahari di ufuk barat mulai turun perlahan, cahayanya memperlihatkan bias yang indah bak permadani yang menyelimuti bumi. Kepak kelelawar sesekali terdengar menambah syahdu suasana di desa itu.
“Ayo,,ayo mandi dulu anak-anak! Maennya besuk lagi, udah sore!”
“ihh eyang, bentar lagi nanggung ni maen  kelerengnya.” Sahut salah seorang anak perempuan di halaman luas itu. Yang dipanggil eyang hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala sambil tersenyum.
Eyang Darsono, begitu ia biasa dipangil. Tinggal bersama seorang cucu yang tumbuh cerdas namun tomboy. Meskipun tomboy ia tumbuh menjadi anak yang cantik dan periang. Hal ini membuat eyang Darsono bahagia di hari tuanya. Putri nama anak tersebut, ia tinggal bersama nenek Darsono setelah kecelakaan maut yang menimpa orang tuanya. Nenek Darsono itu pun berbekal dari pensiunan suaminya dan penyewaan sawah peninggalan suaminya ia dapat menghidupi cucunya itu.
Ia sudah bukan anak kecil lagi

“ eyang, Putri berangkat dulu yak!” pamit Putri sambil menyambar segelas susu di meja makan,meminumnya dan bergegas berlari ke halaman rumah limasan itu.
“eh,eh,,itu bajunya belum bener nduk” tergopoh-gopoh nenek Darsono mengejar cucunya itu. Putri berhenti dan menyeringai tersenyum melihat neneknya.
“ini bajumu belum dimasukkan sayang.” Eyang Darsono membenahi baju cucunya itu yang sengaja memang dikeluarkan. Beberapa temannya tertawa  melihat adegan tersebut. Well, Putri sudah tumbuh menjadi remaja SMP yang cerdas dan cantik namun badungnya pun tidak ketinggalan. Setiap pagi beberapa temannya yang kebanyakan laki-laki itu selalu setia menunngu dibawah pohon jambu seberang rumahnya. Menjadi ojek dan mengharapkan beberapa contekan PR atau ulangan di kelas nanti. Khas gaya anak pedesaan yang telah terkontaminasi pergaulan kota.
“GGrRR...gRrrr,,”suara motor itu menderu menggagetkan sang nenek yang memandang heran. Maklum, selama ini nenek tak pernah mengantarkannya sampai seberang jalan seperti ini. Putri mencium lembut tangan neneknya dan bergegas naik ke motor besar yang menderu itu. Tersenyum dan blaasss,,” Sampai jumpa nek,dada...”pamit Putri sambil tersenyum manis.
Sang nenek yang belum sadar dengan apa yang dilihatnya itu tersentak. “Ya Gusti,paringana keslametan marang putu kula.”sambil mengelus dada. Kemudian perempuan setengah baya itu masuk kedalam ruang limasan itu sambil memandangi foto sepasang suami istri.Nduk, anakmu udah besar sekarang.kalau kamu masih hidup pasti senang melihat gadis cantikmu itu tumbuh cerdas dan cantik, persis kamu dulu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar